Minggu, 03 Juni 2012


DAUN GINSENG (Talinum crassifolium)
Daun Ginseng (Talinum crassifolium)

Saat melihat ikatan daun ginseng di swalayan, terbersit keinginan untuk mencoba memasak daun ginseng. Sayuran hijau yang satu ini memang tidak sepopuler bayam atau kangkung. 
Pertama kali mengolah daun ginseng, terasa teksturnya lembut, tapi ada rasa yang berbeda, orang jawa bilang ‘langu’. Pada olah daun ginseng berikutnya, penulis tambahkan daun jeruk, serai dan sedikit jahe, ternyata bau ‘langu’ tersebut hilang dan membuat cita rasanya semakin enak. 

Semula sayur daun ginseng ini menjadi masakan aneh di kalangan keluarga kami, namun hal itu berubah, ketika Bapak pulang dari rawat inap karena sakit lambung. Kami harus menjaga asupan makanan untuk beliau sesuai pesan dokter. Dari beberapa jenis sayur yang kami sajikan tetap tidak membuat selera makan beliau membaik, lalu Penulis mencoba membuatkan sayur daun ginseng (kali ini tanpa jahe) dan ternyata….beliau suka sekali, enak katanya. Alhasil, sayur daun ginseng masuk dalam daftar menu tetap kami yang muncul sekali dalam seminggu hingga sekarang.

Sekilas tentang Daun Ginseng



Daun ginseng  adalah nama popular dari Kolesom Jawa. Daunnya yang berbentuk lonjong dan berwarna hijau mengkilat, berbunga majemuk dengan kelopak berwarna pink. Tanaman gingseng mudah dikembangbiakkan. Penulis sendiri mencoba membudidayakan dalam pot dengan cara setek, mudah dan cukup subur..inilah hasilnya

Tanaman Ginseng ku

 
Daun ginseng bisa ditemukan di supermarket dengan harga terjangkau, sekitar Rp 1.000,- sampai Rp 1.500,- per ikat. Daun ginseng bisa diolah dengan cara ditumis, cah, atau sup. Daun ginseng hanya bisa dimasak sebentar, dengan api besar, karena warnanya akan berubah menjadi kecoklatan jika terlalu lama. 

Anda ingin mencoba ? silahkan jelajahi KULINER dalam blog ini…
Semoga bermanfaat.

Salam…





             
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar